Friday, January 2, 2015

Bagaimana Memilih Metode Mencetak Desain diatas Kain yang Tepat



Kain di Indonesia sangatlah beragam, baik dari segi motif ataupun warna. Industri tekstil sendiri sudah mulai berkembang pesat, mulai banyak bahan-bahan yang digunakan tidak hanya terpaku pada bahan-bahan itu saja. Motifnya pun bermacam-macam tidak hanya batik, polkadot ataupun garis-garis.
Dewasa ini, mulai bermunculan desainer-desainer yang mencetak motif desainnya sendiri untuk pakaian ataupun produk yang akan mereka buat, sehingga nantinya pakaian ataupun produk yang mereka buat memiliki kesan spesial dan ekslusif.
Nah, bagaimanakah memilih metode mencetak desainnya diatas kain yang tepat? Terdapat dua metode yang bisa digunakan untuk mencetak desain diatas kain, yaitu dengan cara wet printing atau digital printing.







Digital Printing

Digital printing merupakan salah satu metode mencetak diatas kain dengan menggunakan printer khusus kain. Kita hanya perlu memiliki desain dalam bentuk file computer, lalu dari desain tersebut akan dicetak dengan menggunakan printer kain tersebut.

Tips jika anda memutuskan untuk mencoba mencetak kain dengan menggunakan digital printing, lebih baik anda mencoba mencetak satu desain ukuran A4/A3 dengan berbagai perpaduan warna sehingga anda dapat memiliki banyak contoh/sampel motif dalam satu meter kain. Atau anda bisa mencoba menggabungkan dua jenis kain sebagai kain dasar, teknik ini akan memberikan hasil yang pasti pada hasil akhir desain anda.

Hal penting yang harus diingat jika anda memilih digital printing adalah akan lebih baik jika anda tidak berganti-ganti tempat percetakan ketika Anda sudah menemukan paduan warna yang pas, sehingga hasil cetak dari awal sampai akhir akan konsisten. Kualitas mesin, tinta, dan personel dari perusahaan percetakan adalah hal yang penting, apalagi jika ingin hasil kain dengan kualitas yang maksimal.



Wet Printing

Wet Printing bisa disebut juga Screen Printing atau sablon. Proses sablon ialah dengan menyapukan warna pada bahan screen yang direntangkan di seluruh permukaan kerangka screen. Dengan menggunakan proses ini, dapat dibuat daerah berwarna pada permukaan kain dan desain tersebut bisa dicetak berulang-ulang sehingga mampu menghasilkan sejumlah bentuk motif yang serupa.

Tahapan Screen Printing :

1. Pembuatan desain atau motif pada screen

Desain atau motif memang sangat penting dalam proses percetakan. Jika tidak menggunakan rancangan motif yang dikombinasikan dengan screen, warna yang telah disapukan ke seluruh permukaan screen hanya akan menghasilkan permukaan datar tanpa bentuk. Ada beberapa cara membuat motif screen, namun cara yang paling sering digunakan ialah dengan teknik foto copy. Teknik ini mampu membuat motif gambar yang halus dan terkesan mewah. Teknik ini menggunakan kertas tembus cahaya.

2. Percetakan

Mencetak screen pada kain menggunakan pasta cap. Menuangkan pasta cat diatas screen lalu menariknya menggunakan rakel. Hal tersebut dilakukan berulang-ulang. Setelah itu screen harus segera dicuci agar tidak rusak dan bisa dipakai kembali. Dan jangan lupa mengeringkan kainnya.

3. Finishing

Finishing merupakan penyelesaian akhir dalam proses screen printing. Setelah proses cetak, maka sebelum kain siap digunakan pada proses berikutnya, perlu adanya proses finishing. Misalnya, pembersihan sisa tinta, pencucian dan penyetrikaan.

Memang proses menggunakan wet printing lebih banyak dan lebih merepotkan tidak semudah menggunakan digital printing namun wet printing memiliki kelebihan yaitu biaya yang lebih murah bila mencetak di atas 1000 meter

Metode manakah yang cocok untuk anda?

0 comments:

Post a Comment